S. Sering kita ketahui masih banyak masjid yang
melaksanakan shalat tarowih dengan cepat, apakah itu boleh?
U. Masalah sholat tarowih dengan bacaan dan
gerakan yang cepat, hal ini merupakan pengenalan akan perbuatan sunnah , karena
Rasululloh Saw pernah melaksanakan sholat sunnah dengan sangat cepat
sebagaimana diriwayatkan didalam shohih Bukhari dan Muslim, bahwa sedemikian
cepatnya maka seakan-akan beliau itu tidak seperti orang yang sedang shalat,
namun demikian,beliau tetap menyempurnakan tuma’ninahnya yakni seukuran orang
mengucapkan subhanalloh.
Dan hal diatas adalah merupakan fatwa Madzhab
Syafi’i, karena sholat sunnah mesti dibuat lebih cepat dibandingkan dengan sholat
fardhu, karena sholat tarowih merupakan sholat sunnah yg dilaksanakan dengan
berjama’ah, maka tidaklah selayaknya disamakan dengan sholat wajib. Hal ini
bertujuan “Ikhtiroman wa ta'dziman lisholatil fardhi yakni demi memulyakan dan
mengagungkan sholat fardhu) dibanding sholat sunnah.
Inilah dalil-dali haditsnya :
Bahwasannya Ummi Hani’ melihat Nabi Saw melaksanaan sholat dhuha, beliau saw
mandi di hari pembebasan kota Makkah lalu shalat delapan roka’at, dan tidak
pernah kulihat Rasululloh Saw melaksanakan sholat secepat itu, namun beliau tetap
menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.
(Shohih Bukhari).
Dari Hafsoh sungguh Rosululloh Saw menunggu tukang adzan untuk subuh, dan
melaksanakan sholat qobliyatas subhi dengan ringan/cepat sebelum sholat subuh
(Shahih Bukhari)
Dari Siti Aisyah berkata : Rasululloh Saw sangat cepat melasanakan sholat
qabliyatas subhi, sehingga aku berkata didalam hati apakah beliau Saw membaca surat
fatihah atau tidak (dari cepatnya sholat beliau) (Shahih Bukhari).
Referensi:
Kitab Jami’ Al-ulum wal-khikam hadits kedua dan hadits nomor lima puluh).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar